KERJA BADAN JALAN GUNAKAN BAHAN PELEDAK, PJ BUPATI MOROTAI HIMBAU WARGA JAUHI AREAL PROYEK

Teknik blasting melubangi batuan dengan bor kemudian memasukkan bahan peledak. Pengerjaan yang sulit dan memakan biaya, dengan blasting, mempermudah dan mempercepat pengerjaan.

Sosialisasi proses perepatan dengan teknik blasting oleh Pj. Bupati Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali

Pengerjaan Jalan Nasional Ruas Cio Dalam-Cempaka menggunakan tehnik Blasting. Pengerjaan struktur jalan dengan bahan peledak ini akan diberitahukan 1 hari sebelum dilakukan peledakan. Waktu pelaksanaan blasting di antara jam 12 – 15 WIT. Warga dihimbau tidak beraktifitas di sekitar areal proyek.

PT. Waskita Karya yang diberi mandate mengerjakan jalan nasional dengan kisaran 21,5 KM ini telah bekerja pada ruas Cio Dalam-Cempaka sudah memasuki tahun kedua.

Kontrak pekerjaan yang awalnya sampai di Cempaka menggunakan lapis aspal, namun setelah pengerjaan, pelaksana mendapati batuan keras yang tidak dapat dikerjakan dengan escavator.

Menurut Pihak Kontraktor Pelaksana (PT. Waskita Karya, Asep I’i) saat sosialisasi penggunaan Teknik blasting di Titi Gogoli (8/10/2022), Asep menyampaikan, bahwa:

“Pekerjaan banyak kita dapat batuan keras yang mana tidak bisa dikerjakan dengan alat berupa eksavator. Kalau misalkan pakai unit breaker itu harus banyak, setidaknya 10 unit. Artinya tidak wajar kalau gunakan alat sebanyak itu untuk percepatan pekerjaan”. Kata Asep.

Sementara, kontrak harus berakhir pada Desember. Sehingga kontrak yang awalnya  direncanakan hingga aspal, sekarang, aspalnya ditiadakan dan diganti dengan galian batu keras.

Asep menjelaskan “Kalau galian batuan keras ongkosnya, atau biaya produksinya lebih mahal. Sehingga biaya aspalnya digantikan ke biaya galian batuan keras. Kita hanya mengerjakan badan jalan saja dengan standar lebar 14 meter dan untuk mempercepat pekerjaan itu kita gunakan metode blasting”.

Teknik blasting melubangi batuan dengan bor kemudian memasukkan bahan peledak. Pengerjaan yang sulit dan memakan biaya, dengan blasting, mempermudah dan mempercepat pengerjaan.

“Batuannya kita bor, kita masukin bahan peledak kemudian kita ledakkan sehingga volumenya bisa ribuan kubik. Jauh lebih besar dari pekerjaan dengan menggunakan hidrolik breaker.” Kata Asep

Jarak aman bagi alat dari area blasting itu sendiri itu 300 meter, sedangkan untuk orang 500 meter. Kalau lokasinya dekat pemukiman mungkin daya ledaknya akan dikurangi. Pihak Pelaksana akan memastikan area blasting dengan patroli dorone untuk memastikan area tersebut aman.

Pemda Morotai juga ikut mensosialisasikan proses perepatan pengerjaan dengan Teknik blasting. Pj Bupati Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali menjelaskan, di hadapan masyarakat:

“Perlu diketahui Bersama supaya di hari H (pelaksanaan blasting-red) nanti bapak ibu tidak kaget lagi bila dengar ada ledakan. Untuk itu, harap menjauhi areal proyek di jarak aman. Mereka (Pihak pelaksana) juga sudah urus izin sebelum melakukan peledakan sehingga jangan sampai ada yang melapor bahwa disana ada bom”. Kata Muhammad.

Amad juga berharap, warga mendukung proses percepatan pengerjaan jalan. “Saya berharap kepada masyarakat untuk mendukung kegiatan ini supaya Desember kita sudah bisa ke Ibukota Kabupaten lewat darat jangan hari-hari hanya lewat laut”.