Bupati Morotai dan Forkopimda Ajak Warga Pandanga-Juanga Akhiri Konflik Secara Damai
Stevi | 14 September 2026 | Dibaca 64 kali |

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, bersama unsur Forkopimda menemui masyarakat Desa Pandanga dan Desa Juanga

MOROTAI — Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, bersama unsur Forkopimda turun langsung menemui masyarakat Desa Pandanga dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan, untuk menyelesaikan konflik antarkedua desa secara damai dan kekeluargaan pada Senin (14/9/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan, M.Tr.Opsla, Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, S.Pd., pihak Kejaksaan, Camat Morotai Selatan, kedua kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat Pandanga dan Juanga.

Bupati Rusli Sibua mengajak masyarakat menjadikan konflik yang terjadi sebagai pelajaran bersama. Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, namun harus diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan dengan kekerasan.

“Kita sudah sepakat menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan, karena kita sebenarnya adalah keluarga. Apa yang sudah terjadi kita jadikan pelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Rusli.

Rusli juga meminta kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat koordinasi untuk mencegah terjadinya konflik kembali. Salah satu langkah yang disepakati yakni membangun pos jaga di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto mengatakan, pihaknya bersama Bupati telah melakukan mediasi dengan perwakilan kedua desa. Ia menyebut perkelahian, penganiayaan, pengeroyokan, serta aktivitas pesta malam hingga larut menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu konflik.

Kapolres juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Kasus yang terjadi akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Benie Hermawan mengajak para tokoh masyarakat, pemuda, agama, dan pemerintah desa untuk bersama-sama menyelesaikan setiap persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Menurutnya, konflik tidak hanya merugikan pihak yang terlibat, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat lainnya. Penutupan akses jalan, misalnya, dapat menghambat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang hendak bersekolah.

Senada, Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat mengingatkan masyarakat agar tidak membawa ego masing-masing dalam menyelesaikan persoalan.

Ia meminta masyarakat tidak menjadikan konflik yang telah terjadi sebagai alasan untuk kembali melakukan tindakan yang dapat memicu pertikaian. Setiap persoalan, kata dia, harus diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi dan musyawarah.

“Tanamkan niat dan tekad yang sama untuk bersama-sama menciptakan kedamaian, keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pulau Morotai,” tegasnya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan deklarasi damai dan komitmen bersama masyarakat Desa Pandanga dan Desa Juanga untuk menjaga keamanan, memperkuat persaudaraan, serta mencegah terulangnya konflik antarkedua desa.(*)

BAGIKAN :