Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono, S.STP., M.Si., saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Morotai Festival 2026
MOROTAI — Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono, S.STP., M.Si., mengapresiasi terpilihnya Morotai Festival 2026 sebagai salah satu dari 125 acara unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Dalam sambutannya, Dwi menyampaikan, dari sekitar 3.600 acara yang mendaftar dalam KEN 2026, Morotai Festival berhasil masuk dalam 125 acara terpilih. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan pariwisata Morotai.
Menurutnya, Pulau Morotai memiliki potensi wisata yang lengkap, mulai dari kekayaan budaya dan sejarah Perang Dunia II hingga keindahan alam yang perlu dikemas secara menarik untuk mendatangkan wisatawan.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikannya, Indonesia menerima sekitar 15,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025, dengan kontribusi devisa mencapai Rp319,5 triliun.
Dwi menyebutkan, terdapat lima faktor yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Indonesia, yakni budaya, kuliner, penyelenggaraan acara atau event, keramahan masyarakat, serta keindahan alam.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai agar memperbanyak penyelenggaraan acara secara rutin, baik di bidang olahraga, budaya, maupun kuliner, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Esensi pariwisata adalah orang datang, menginap, dan berbelanja,” ujarnya.
Selain atraksi wisata, Dwi menegaskan pentingnya tiga komponen utama dalam pengembangan pariwisata, yakni aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.
Aksesibilitas berkaitan dengan kemudahan transportasi menuju destinasi wisata. Amenitas mencakup fasilitas pendukung, seperti hotel, restoran, dan rumah makan. Sementara atraksi meliputi wisata alam, budaya, sejarah, serta berbagai kegiatan yang dapat menarik kunjungan wisatawan.
Ia berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat bersinergi untuk meningkatkan akses transportasi, mengembangkan fasilitas pariwisata, serta memperkuat promosi destinasi wisata Morotai.
Dwi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan melalui komitmen bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pariwisata adalah bisnis dan industri kebahagiaan. Karena itu, keamanan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Ia pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Morotai Festival 2026 dalam KEN dan berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata Maluku Utara, khususnya Kabupaten Pulau Morotai.(*)