Wakil Bupati Rio Christian Pawane bersama Deputi II BNPP RI, Irjen Pol. Edfri R. Maith, S.IK saat Rapat di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai pada Kamis (26/06/2026)
Daruba – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menyambut kunjungan tim Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) dalam rangka pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP) Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan Laut di Kabupaten Pulau Morotai.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Kamis (25/6/2026), dihadiri Deputi II BNPP RI, Irjen Pol. Edfri R. Maith, S.IK, bersama jajaran BNPP RI, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Morotai.
Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan BNPP RI. Menurutnya, kehadiran tim BNPP merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan, khususnya di daerah terluar seperti Pulau Morotai.
"Kehadiran BNPP RI di Morotai diharapkan semakin mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Rio.
Rio menegaskan, pengukuran IPKP memiliki arti strategis karena menjadi sarana evaluasi terhadap perkembangan pengelolaan kawasan perbatasan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih perlu dibenahi.
Sementara itu, sambutan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dibacakan Deputi II BNPP RI, Irjen Pol. Edfri R. Maith, menyebutkan bahwa pembangunan kawasan perbatasan merupakan bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat daya saing wilayah.
Ia menjelaskan, dalam RPJMN 2025-2029, pemerintah menetapkan 22 Pusat Pertumbuhan Kawasan Perbatasan (PPKP), termasuk PKSN Daruba di Pulau Morotai, sebagai fokus pembangunan nasional.
Berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025, PKSN Daruba memperoleh nilai IPKP sebesar 0,59 dengan kategori cukup. Meski menunjukkan perkembangan positif di sektor pariwisata, perikanan, dan pemerintahan, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, penguatan konektivitas transportasi, pengembangan UMKM, telekomunikasi, serta infrastruktur dasar.
BNPP RI menegaskan, hasil pengukuran IPKP Tahun 2026 akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan sinkronisasi program pembangunan kawasan perbatasan, sehingga diharapkan seluruh instansi dapat menyajikan data yang akurat dan objektif.
Melalui kunjungan ini, Pemkab Morotai dan BNPP RI berharap sinergi pembangunan kawasan perbatasan semakin kuat guna mewujudkan Pulau Morotai sebagai kawasan perbatasan yang maju, aman, sejahtera, dan berdaya saing sebagai beranda terdepan NKRI.(*)