Bupati Pulau Morotai Rio Christian Pawane bersama Sekda Muhammad Umar Ali, Dandim 15/14 Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., dan Tim DPAA Amerika Serikat
Morotai Selatan –
Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai menyambut kunjungan Tim Survei Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA)
Amerika Serikat yang berlangsung di Jababeka Resort, Morotai Selatan, pada Senin (26/01/2026).
Kunjungan ini
merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kementerian Pertahanan Republik
Indonesia dan United States Department of
Defence sebagaimana tertuang dalam Framework
Arrangement tanggal 3 Maret 2023, khususnya terkait kegiatan penelitian dan
repatriasi sisa-sisa personel Perang Dunia II di Pulau Morotai.
Kunjungan tersebut
disambut langsung oleh Wakil
Bupati Pulau Morotai, Rio Christian Pawane, didampingi Sekda Muhammad Umar Ali, Forkopimda, perwakilan Kementerian
Pertahanan Republik Indonesia, Pusat Sejarah (Pusjarah) TNI, serta jajaran
Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rio Christian Pawane menyampaikan
ucapan selamat datang kepada Tim DPAA Amerika Serikat di Kabupaten Pulau
Morotai. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah menyambut baik pelaksanaan
kegiatan survei dan repatriasi suspect
remains yang telah dipastikan bukan merupakan sisa-sisa jenazah prajurit
Amerika Serikat.
“Kami memandang kegiatan ini sebagai wujud penghormatan terhadap
nilai-nilai kemanusiaan, sejarah, serta hubungan bilateral yang baik antara kedua
negara. Pemerintah Daerah
siap mendukung dan memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan
kewenangan yang ada,” ujar Wakil Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Tim DPAA Amerika Serikat secara resmi
menyerahkan kembali temuan tulang belulang yang sebelumnya telah dibawa untuk
keperluan penelitian dan analisis forensik. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan
uji DNA, temuan tersebut dipastikan bukan merupakan sisa-sisa jenazah prajurit
Amerika Serikat, melainkan diduga kuat berasal dari warga yang pernah bermukim
di Pulau Morotai pada masa lampau.
Dr. Alex Peterson, selaku perwakilan Tim DPAA Amerika Serikat,
menjelaskan bahwa misi utama DPAA adalah mencari dan mengidentifikasi sisa-sisa
jenazah pejuang Amerika Serikat yang gugur dalam peperangan untuk dikembalikan
kepada keluarga mereka. Hingga saat ini, sebanyak 231 jenazah telah berhasil
ditemukan di berbagai negara dan proses pencarian akan terus dilakukan,
termasuk di Indonesia.
Dr. Alex juga mengungkapkan bahwa di Pulau Morotai, kegiatan DPAA telah
dilakukan sebanyak dua kali, dan sejumlah temuan telah dikirim ke Jakarta untuk
proses forensik lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis DNA, DPAA memastikan
bahwa temuan tulang belulang yang dikembalikan tersebut bukan berasal dari warga negara
Amerika Serikat, melainkan kemungkinan merupakan warga negara Indonesia yang
pernah tinggal di Pulau Morotai.
“Temuan ini diperkirakan berasal dari 70 hingga 80 tahun lalu,
bahkan ada yang berusia sekitar 1.000 tahun, ” jelas Dr. Alex. Menurutnya, hal ini sejalan dengan kajian sejarah yang
menyebutkan bahwa manusia pertama di Morotai telah ada sekitar 1.300 tahun yang
lalu. Karena itu, temuan ini sangat bermanfaat bagi pengayaan sejarah dan
kemanusiaan.
Lebih lanjut disampaikan, proses pengembalian jenazah tersebut
dilakukan sesuai dengan ketentuan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPAA dan
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, sebagai bentuk penghormatan terhadap
nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai
berharap seluruh rangkaian kegiatan Tim DPAA selama berada di daerah ini dapat
berjalan dengan aman, lancar, dan sukses, serta kerja sama yang baik antara
kedua negara dapat terus terjalin di masa mendatang. (kbg/stv)